Tampilkan postingan dengan label Belanja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belanja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Nge-Mall Gratis Parkir, Rasanya Hanya di Transmart

Ditulis oleh: @elliyinayin
Siapa sih warga Solo dan sekitarnya yang belum nyempetin mampir ke Transmart  Solo Pabelan? Peresmian yang sudah berlangsung sekitar 2 bulan yang lalu tepatnya 1 Desember 2017 itu telah menyedot banyak perhatian masyarakat dikarenakan adanya Trans Studio Mini. Konsep one  stop shoppingnya ini lho yang paling digaungkan oleh Transmart . Jadi kita dapat belanja, makan di foodcourt, serta bermain bersama keluarga di wahana Trans Studio Mini. Siapa sih yang tidak ingin mencoba?

Akhir Desember 2017, saya bersama keluarga sengaja menyempatkan diri kesana. Ikut-ikutan kepo dan selfie bersama dinosaurus. Suami pun juga turut kepo untuk menjajal roller coaster mini. Kalau saya sebagai IRT sih tujuannya adalah membelanjakan beberapa voucher yang kami punya dari Carrefour. Meski masih berjubel dipadati para pengunjung, namun saya sangar menikmati suasana tersebut. Saat itu, saya sudah merasa ada yang sedikit berbeda dari konsep Transmart dibanding mall yang lain. Saya sangat nyaman dengan dengan Musholla nya yang bersih. Toilet yang bersih serta penyediaan Nursery Room untuk ibu menyusui. Selainnya saya belum sadar apa yang berbeda.

Hari ini (30/1) saya ke Transmart lagi. Tapi fokus untuk belanja bulanan dengan menggunakan 4 voucher Carrefour. Kok bisa dapat voucher lagi? Lain kesempatan akan saya tuliskan mengapa saya berkali-kali dapat voucher ya..hehe...Di kesempatan inilah saya sadar bahwa Transmart memang unik.

Sedang antri di kassa 18, saya menemukan tulisan di atas. Makin sadar saat yang diputar lagu lokal.
Pertama, backsound saat belanja (area Carrefour). Seringnya kita mendengarkan lagu-lagu pop atau western saat di mall kan. Tapi di sini kita diputarkan musik keroncong dan dangdutan. Musik lokal yang sepertinya sengaja diperdengarkan untuk pengunjung. Saya memang belum sempat bertanya kepada salah satu karyawan mengapa bukan lagu pop yang diputar. Namun saya menduga bahwa musik itu diputar karena Transmartnya ada di Solo. Jadi belanja barang di Carrefour malah terasa seperti di Pasar Klewer. Hehehe....

Kedua, saya mendapatkan free parking gegara belanja. Baru kali ini rasanya sebuah mall memberikan fasilitas potongan biaya parkir jika pembelanjaan di atas nominal tertentu (Rp 150.000). Karena counter dan kassa susu anak terpisah, maka saya harus membayar susu di kassa khusus susu. Lalu Mbak kasir bertanya, “Ibu naik motor atau mobil?” Saya jawab kalau saya naik motor. Lalu ia memberikan struk gratis parkir. Ia melanjutkan “Kalau Ibu parkir di area Transmart nanti tunjukkan saja karcis ini maka ibu akan mendapat diskon parkir.” Seingat saya nominalnya hanya Rp 1.000. Tapi kalau sudah jiwa ibu-ibu itu mendapat potongan biaya parkir tuh rasanya WOW banget. Seribu rupiah serasa 1 juta rupiah. Intinya bersyukur saja agar terasa buanyak terus.

Alhamdullillah, lumayan mendapat Free Parking Receipt
Saya lanjutin ke kassa bawah untuk setengah troli barang yang akan saya bayar. Antri 1 customer itu nggak lama kok. Mari bersabar sejenak. Begitu giliran saya tiba, saya katakan kepada petugas kassa bahwa saya hanya akan membayar barang dengan nominal sisa voucher yang ada. Kalau nanti voucher ga cukup maka sebagian barang tidak jadi saya beli. Ceritanya ngiriiit uang cash. Setelah selesai transaksi, si mbak kasir ini bertanya juga apakah saya mengendarai mobil atau motor. Lagi-lagi saya jawab motor. Dengan ramah dan penuh senyuman ia pun memberikan free parking ticket. Alhamdulillah batin saya. Jadi saya mendapatkan 2 x Rp 1.000. Sedangkan di Transmart  Solo memberlakukan tarif parkir flat Rp 2.000 untuk sepeda motor. Artinya saya mendapatkan fasilitas bebas biaya parkir. Sebagai informasi dari satpam, jika kita menghilangkan tiket parkir motor, maka kita harus membayar denda Rp 27.000.

Hal di atas itulah yang membuat Transmart dan mall lain terasa beda bagi saya. Saya pun menemukan nuasa berbelanja yang baru.


Suasana Trans Studio Mini saat di hari dan jam kerja

Tak ada seorang pun yang sedang bermain

Kamis, 22 Februari 2018

Belanja Sembako di Warung Bu Siyem, Bu Sumi atau Bu Sani? - Gerakan Belanja di Warung Tetangga (bagian 2)

Ditulis oleh @elliyinayin

Mau beli apa , dimana, harga berapa? Mikirnya jangan lama-lama ya. Keburu banyak yang antri dan minta segera dilayani. Kami sarankan agar Ibu sudah memiliki gambaran atau bahkan mencatat apa yang akan dibeli di warung. Lalu mau beli di warung siapa ya enaknya? Warung sembako Bu Siyem, Bu Sumi, atau Bu Sani,masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Selaku penulis saya tidak akan memihak ke salah satu warung. Check this out langsung ya..

Warung Sembako Bu Siyem
Kelebihan dan kekurangan
Di Warung Sembako Bu Siyem, stok dan varian sayurnya banyak. Hampir semua sayur adalah baru dan segar. Jika mendapati yang busuk, silakan milih sendiri atau minta ganti. Dari sisi harga relatif murah, meski masih ada yang mengatakan lebih murah di warung sembako sebelah. Eitsss, kalau merasa mahal nggak perlu provokasi, silakan pindah di warung lain. Coba di cek ya sist, brokoli 1 kg di Warung Bu Siyem dan di Super**do murah mana? Padahal barang sama-sama segarnya dan bersih.

Di sini kita akan lebih sering mendapati setiap barang diharga berdasarkan timbangan kodok. Sembako lain non makanan juga lengkap.

Jumlah kerabat yang membantu Bu Siyem ada beberapa. Tapi hal ini tidak menutup kemungkinan Anda tetap harus sabar, sabar, dan sabar untuk antri. Hal ini dikarenakan banyak para tetangga yang memiliki warung makan dan kulakan bahan baku di sini. Jadi melayani 1 orang saja bisa lamaaaa banget (ups..malah curhat). Ohya, di sini saya jarang mendapati buah, misal pisang, nanas, kedondong, dan pepaya. Hari Sabtu adalah jadwal istirahat Bu Siyem, alias tutup.

Warung  Sembako Bu Sumi
Kelebihan dan kekurangan
Di sini sesekali saya belanja. Meski masih berada di Jalan Kartika, tapi saya kira jarak ke Bu Sumi sedikit lebih jauh. Nah, disini kita bisa membeli buah-buahan semisal pisang kepok, pepaya, kedondong, nanas, bengkoang dan umbi-umbian. Soal kelengkapan dan stok sayur dan barang sembako non makanan kurang lebih sama dengan tempat Bu Siyem. Soal harga hanya 11 12 sih. Tapi begitulah ibu-ibu, beda Rp 50,- saja bisa beda ceritanya. He he he...Dalam melayani pembeli, Bu Sumi hanya dibantu oleh seorang laki-laki. Saya kurang tahu apakah anaknya atau siapa. Maklum, saya tidak kepo soal beginian. Jadi, tetap pakai antri antri dikit lah. Kalau di Bu Sumi, Sabtu tetap buka kok. Meski lokasi Bu Sumi sudah tidak se-RT dengan saya, tapi kita harus tetap berpikir untuk menggairahkan kegiatan ekonomi di lingkungan sendiri.

Warung Sembako Bu Sani
 Kelebihan dan Kekurangan
Apa yang paling beda di Bu Sani dibanding dua warung sebelumnya? Yup, drive thru. Anda tidak harus turun dari motor untuk membelinya, tapi lebih sopan tetap turun ya. Adakalanya ibu-ibu sangat buru-buru sehingga tidak sempat memarkirkan motor dengan baik. Kalau lagi buru-buru dan tidak ingin antri, warung sembako Bu Sani bisa dijadikan alternatif. Mengapa saya jarang membeli disana? Semata-mata karena jarak. Warung Bu Sani yang tampaknya bongkar tutup ini berlokasi di pertigaan Puskesmas Ngoresan. Untuk tempat berjualan, Warung Bu Siyem dan Bu Sumi memiliki kesamaan, yaitu sama-sama jualan di rumahnya sendiri. Sedangkan warung Bu Sani hanya menggunakan meja dan tenda. Karena keterbatasan tempat dan tenaga, tentu Warung Bu Sani tidak selengkap kedua warung sebelumnya. Soal harga sih masih 11 12 dengan warung sebelumnya.

Mungkin masih ada beberapa warung sembako lain di sekeliling kita yang luput dari pandangan, luput dari omongan. Hal itu semata-mata karena jarak dan ketidaktahuan saya. Semoga warung sembako yang lain juga segera eksis dan laris.

Pada intinya, mau beli di warung siapapun itu, rejeki sudah ada yang atur. Soal harga, tentu prinsip utama adalah ada harga, ada rupa. Jadi, silakan menentukan sendiri Anda ingin belanja di warung siapa. Dengan Anda belanja di tetangga maka Anda telah membantu memutar kehidupan perekonomian masyarakat sekitar.
Warung Sembako Bu Sani
Warung Sembako Bu Sumi
Warung Sembako Bu Siyem